Monday, September 3, 2012

Makalah Koloid


Makalah Kimia (Koloid)


KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Allah yang telah memberikan rahmat dan hidayanya kepada kita semua sehingga tugas ini dapat selesai pada waktunya,semoga apa yang kita lakukan mendapat balasan yang setimpal. Maha suci Allah yang telah mempermudah segala urusan kita semua,tampa ia tida apa-apanya kita ini.
Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

            Makalah ini memuat tentang “KOLOID” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

            Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.




BAB I
PENDAHULUAN



A. Latar Belakang

Sistem koloid merupakan bentuk campuran dari dua atau lebih suatu bentuk campuran dua atau lebih zat yang bersifat homogen namun memiliki ukuran partikel terdispersi yang cukup besar (1 - 100 nm), sehingga terkena efek Tyndall (adalah efek yang terjadi jika suatu larutan terkena sinar).
            Bersifat homogen berarti partikel terdispersi tidak terpengaruh oleh gaya gravitasi atau gaya lain yang dikenakan kepadanya; sehingga tidak terjadi pengendapan. Sifat homogen ini juga dimiliki oleh larutan, namun tidak dimiliki oleh campuran biasa (suspensi).
Koloid mudah dijumpai di mana-mana: susu, agar-agar, tinta, sampo, serta awan merupakan contoh-contoh koloid yang dapat dijumpai dalam kehidupan sehari-hari. Sitoplasma dalam sel juga merupakan sistem koloid. Kimia koloid menjadi kajian tersendiri dalam kimia industri karena kepentingannya.



1.2 Tujuan
1.      Memahami pengertian Koloid
2.      Memahami jenis-jenis Koloid
3.      Memahami sifat-sifat Koloid
4.      Memahami pembuatan sistem Koloid
5.      Memahami kegunaan Koloid






BAB II
PEMBAHASAN



2.1 Pengertian

PENGERTIAN KOLOID
Koloid adalah suatu bentuk campuran yang keadaannya antara larutan dan suspensi. Larutan memiliki sifat homogen dan stabil. Suspensi memiliki sifat heterogen dan labil. Sedangkan koloid memiliki sifat heterogen dan stabil. Koloid merupakan sistem heterogen, dimana suatu zat "didispersikan" ke dalam suatu media yang homogen. Ukuran zat yang didispersikan berkisar dari satu nanometer (nm) hingga satu mikrometer (┬Ám).
perhatikan perbedaan tiga contoh campuran di bawah ini :
a.      Campuran antara air dengan sirup.
b.      Campyuran antara air dengan susu.
c.       Campuran antara air dengan pasir.

Jika kita campurkan air dengan sirup maka sirup akan terdispersi (bercampur) dengan air secara homogen (bening) Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa maupun penyaringan yang lembut (penyaringan mikro). Secara makroskopis maupun mikroskopis mcampuran ini tampak homogen, tidak dapat dibedakan mana yang air dan mana yang sirup. Campuran seperti inilah yang disebut larutan.
Jika kita campurkan susu (misalnya, susu instan) dengan air, ternyata susu "larut" tetapi "larutan" itu tidak bening melainkan keruh. Jika didiamkan, campuran itu tidak memisah dan juga tidak dapat dipisahkan dengan penyaringan (hasil penyaringan tetap keruh). Secara makroskopis campuran ini tampak homogen. Akan tetapi, jika diamati dengan mikroskop ultra ternyata masih dapat dibedakan partikel-partikel lemak susu yang tersebar di dalam air. Campuran seperti inilah yang disebut koloid.
Jika kita campurkan air dengan pasir maka pasir akan terdispersi (bercampur) dengan air secara heterogen dan langsung  memisah antara air dengan pasir, yang keadaannya pasir akan mengendap di dasar air dan dapat dipisahkan dengan penyaringan biasa, bahkan dapat dipisahkan dengan cara dituang perlahan-lahan. Secara makroskopis campuran ini sudah tampak hetrogen, dapat dibedakan mana yang air dan mana yang pasir. Campuran seperti inilah yang disebut suspensi.
Jadi, koloid tergolong campuran heterogen (dua fase) dan setabil. Zat yang didipersikan disebut fase terdispersi, sedangkan medium yang digunakan untuk mendispersikan zat disebut medium dispersi. Fase terdispersi bersifat diskontinu (terputus-putus), sedangkan medium dispersi bersifat kontinu. Pada campuran susu dengan air, fase terdispersi adalah lemak, sedangkan medium dispersinya adalah air.




PEMBUATAN KOLOID
Cara Kondensasi
a.      Dilakukan dengan cara menggabungkan atau mengumpulkan molekul atau ion dari larutan sejati menjadi partikel koloid
b.      Dapat dilakukan melalui : Reaksi Redoks, Reaksi Hidrolisis, Reaksi Penggaraman
     2. Cara Dispersi
a.        Proses mengubah partikel kasar menjadi partikel koloid.
b.        Dilakukan melalui : Cara mekanik (penggerusan), cara peptisasi (penambahan ion sejenis dalam endapan), cara busur bredig (cara listrik)

Cara Kondensasi
Cara kondensasi termasuk cara kimia.
Partikel molekular ------> Partikel koloid
contoh :
Reaksi Redoks
2 H2S(g) + SO2(aq)  ------>   3 S(s) + 2 H2O(l)
Reaksi Hidrolisis
FeCl3(aq) + 3 H2O(l)  ------>   Fe(OH)3(s) + 3 HCl(aq)
Reaksi Substitusi
2 H3AsO3(aq) + 3 H2  ------> S(g)   As2S3(s) + 6 H2O(l)



Reaksi Penggaraman
Beberapa sol garam yang sukar larut seperti AgCl, AgBr, PbI2, BaSO4 dapat membentuk partikel koloid dengan pereaksi yang encer.
AgNO3(aq) (encer) + NaCl(aq) (encer)  ------>  AgCl(s) + NaNO3(aq) (encer)

Cara Dispersi
Cara dispersi dapat dilakukan dengan cara mekanik atau cara fisika:
Partikel Besar  ------> Partikel Koloid

Cara Mekanik
Cara ini dilakukan dari gumpalan partikel yang besar kemudian dihaluskan dengan cara penggerusan atau penggilingan.

Cara Busur Bredig
Cara ini digunakan untak membuat sol-sol logam.

Cara Peptisasi
Cara peptisasi adalah pembuatan koloid dari butir-butir kasar atau dari suatu endapan dengan bantuan suatu zat pemeptisasi (pemecah).
Contoh:
- Agar-agar dipeptisasi oleh air ; karet oleh bensin.
- Endapan NiS dipeptisasi oleh H2S ; endapan Al(OH)3 oleh AlCl3

SIFAT KOLOID
Efek Tyndall
Efek Tyndall adalah efek penghamburan cahaya oleh partikel koloid.
Gerak Brown
Gerak Brown adalah gerak acak, gerak tidak beraturan dari partikel koloid.
Adsorbsi
Beberapa partikel koloid mempunyai sifat adsorbsi (penyerapan) terhadap partikel atau ion atau senyawa yang lain.
Penyerapan pada permukaan ini disebut adsorbsi (harus dibedakan dari absorbsi yang artinya penyerapan sampai ke bawah permukaan).
Contoh :

(i) Koloid Fe(OH)3 bermuatan positif karena permukaannya menyerap ion H+.
(ii) Koloid As2S3 bermuatan negatit karena permukaannya menyerap ion S2.

Koagulasi
Koagulasi adalah penggumpalan partikel koloid dan membentuk endapan. Dengan terjadinya koagulasi, berarti zat terdispersi tidak lagi membentuk koloid.
Koagulasi dapat terjadi secara fisik seperti pemanasan, pendinginan dan pengadukan atau secara kimia seperti penambahan elektrolit, pencampuran koloid yang berbeda muatan.
Koloid Liofil dan Koloid Liofob
Koloid ini terjadi pada sol yaitu fase terdispersinya padatan dan medium pendispersinya cairan.
Koloid Liofil:
sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya besar terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol kanji, agar-agar, lem, cat
Koloid Liofob:
sistem koloid yang affinitas fase terdispersinya kecil terhadap medium pendispersinya.
Contoh: sol belerang, sol emas.

Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut. Partikel dapat terdiri atas atom, molekul kecil atau molekul yang sangat besar. Koloid emas terdiri atas partikel-partikel dengan bebagai ukuran, yang masing-masing mengandung jutaan atom emas atau lebih. Koloid belerang terdiri atas partikel-partikel yang mengandung sekitar seribu molekul S8. Suatu contoh molekul yang sangat besar (disebut juga molekul makro) ialah hemoglobin. Berat molekul dari molekul ini 66800 s.m.a dan mempunyai diameter sekitar 6 x 10-7 .

RANGKUMAN SISTEM KOLOID

Sistem disperesi adalah pencampuran secara nyata antara dua zat atau lebih di mana zat yang jumlahnya lebih sedikit disebut dengan fase terdispersi dan zat yang jumlahnya lebih banyak disebut medium pendispersi.
Berdasarkan ukuran fase terdispersinya, system dipersi dibedakan menjadi tiga, yaitu : larutan sejati, koloid dan suspensi. Sifat dari masing masing system disperse tersebut adalah Larutan Sejati Koloid Suspensi:
a.      Homogen meskipun dengan mikroskop ultra
b.      Jernih
c.       Satu Fase
d.      Tidak dapat disaring
e.      Stabil / tidak memisah
f.        Diameter < 10-7 cm

a.      Tampak homogen, tetapu heterogen dengan mikroskosp ultra
b.      Tidak jernih
c.       Dua Fase
d.      Dapat disaring dengan kertas saring ultra
e.      Stabil
f.        diameter : 10-7 – 10-5 cm

a.      Heterogen
b.      Tidak Jernih
c.       Dua Fase
d.      Dapat disaring dengan kertas saring biasa
e.      Tidak Stabil
f.        Diamater : > 10-5 cm
Berdasarkan jenis fase terdispersi dan medium pendispersinya dikenal delapa macam system koloid,yaitu :
No. Fase Medium Nama
Koloid
Contoh
1.      Gas Cair Buih / Busa Buih sabun, buih sampho, buih detergen, krim kocok,ombak, dll
2.      Gas Padat Busa padat Batu apung, karet busa, lava, biscuit
3.      Cair Gas Aerosol Cair Kabut, awan, pengeras rambut(hair sparay), dan obat semprot
4.      Cair Cair Emulsi cari Susu, santan, es krim, minyak ikan, dan mayones,
5.      Cair Padat Emulsi padat Keju, mentega, mutiara, selai, jeli, nasi, agar-agar,
lateks, semir padat, dan lem padat
6.       Padat Gas Aerosol padat Asap, debu di udara, dan asap buangan knalpot
7.         Padat Cair Sol (gel) Sol emas, sol belerang, cat, tinta, kanji, lotion, putih telur, air Lumpur, semir cair, dan lem cair
8.        Padat Padat Sol padat Paduan logam (alloy), kaca berwarna, gelas warna,intan, tanah, permata, perunggu, dan kuningan


SIFAT – SIFAT KOLOID
Efek Tyndal
a.         Peristiwa penghamburan cahaya oleh partikel koloid
b.     Penyebabnya : ukuran yang dimiliki oleh partikel koloid

Gerak Brown
Gerak lurus tak beraturan (zig-zag) dari partikel koloid dalam medium pendispersi
Terjadi akibat tabrakan antara partikel koloid dengan mendium pendispersinya
Gerak semakin cepat jika ukuran partikel koloid semakin kecil
Gerak Brown menyebabkan system koloid bersifat stabil

Elektroforesis
adalah pergerakan koloid di bawah pengaruh medan listrik.
partikel koloid data bermuatan listrik karena terjadi penyerapan ion pada permukaan
Manfaat Elektroforesis

Untuk menentukan muatan partikel koloid
Untuk memproduksi barang barang industri yang terbuat dari karet
Untuk mengurangi zat pencemar udara yang dikeluarkan dari cerobong asap pabrik
dengan alat yang disebut Cottrel

Adsorpsi
a.      Adalah proses penyerapan suatu zat di permukaan zat lain.
b.      Zat yang diserap disebut fase terserap dan zat yang menyerap disebut adsorpen.
c.       Disebabkan karena gaya tarik molekul-molekul pada permukaan adsorpen.
d.      Pemanfaatan adsorpsi dalam kehidupan sehari-hari antara lain :
Proses pemutihan gula pasir
Penyembuhan sakit perut dengan serbuk karbon atau norit
Penjernihan air keruh dengan menggunakan tawa (Al2(SO4)3)
Penggunaan arang aktif
o   Penggunaan arang halus pada masker, berfungsi untuk menyerap gas yang beracun
o   Filter pada rokok, yang berfungsi untuk mengikat asap nikotin dan tar

Koagulasi
a.      peristiwa pengendapan atau penggumpalan partikel koloid
b.      terjadi karena kerusakan stabilitas system koloid atau karena penggabungan partikel koloid yang berbeda muatan.
c.       terjadi dalam 3 cara
Mekanik, yakni dengan pengadukan, pemanasan dan pendinginan
Penambahan elektrolit
Pencampuran koloid yang berbeda muatan elektroforesis
o   Proses Koagulasi dalam kehidupan sehari-hari terjadi pada : perebusan telur, perebusan Tahu, pembuatan lateks, proses penjernihan air, pembentukan delta di muara sungai Pengolahan asap atau debu.

Koloid Pelindung
system koloid yang ditambahkan pada koloid lain agar diperoleh koloid yang stabil
contoh : gelatin yang digunakan pada pembuatan es krim untuk mencegahpembentukan kristal es yang keras dan kasar
Dialisis
a.      proses penghilangan ion-ion penggangu kestabilan koloid dengan menggunakan selaput Semipermeabel.
b.      Selaput semipermeabel adalah selaput yang hanya dapat dilewati oleh ion dan air, Tetapi tidak dapat dilewati oleh partikel koloid.
c.       Aplikasi dalam kehidupan : Dalam proses cuci darah penderita gagal ginjal, proses dialysis Berfungsi untuk menghilangkan urea dari darah.

Koloid Liofil dan Liofob
a.      Koloid Liofil : koloid yang partikelnya menarik (suka) medium pendispersinya.
Contoh : agar-agar, lem, kanji, gelatin
b.      Koloid Liofob ; koloid yang tidak menarik (tidak suka) medium pendispersinya.
Contoh : koloid logam





BAB III
PENUTUP


A. SIMPULAN

   Berdasarkan uraian bahasan “KOLOID” dapat disimpulkan bahwa :
Koloid adalah suatu campuran zat heterogen (dua fase) antara dua zat atau lebih di mana partikel-partikel zat yang berukuran koloid (fase terdispersi/yang dipecah) tersebar secara merata di dalam zat lain (medium pendispersi/ pemecah). Ukuran partikel koloid berkisar antara 1-100 nm.
Keadaan koloid atau sistem koloid atau suspensi koloid atau larutan koloid atau suatu koloid adalah suatu campuran berfasa dua yaitu fasa terdispersi dan fasa pendispersi dengan ukuran partikel terdispersi berkisar antara 10-7 sampai dengan 10-4 cm. Besaran partikel yang terdispersi, tidak menjelaskan keadaan partikel tersebut.
Koloid banyak ditemukan dalam kehidupan sehari-hari, contohnya saja di alam, kedokteran, pertanian, dsb;